Senin, 11 Juni 2012

CONTOH MAKALAH. JASA DAN PERANAN

    JASA DAN PERANAN TOKOH PEJUANG DALAM MEMPERSIAPKAN KEMERDEKAAN INDONESIA


UNSUR-UNSUR RPP
A.    Standar Kompetensi
Merupakan kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap kelas dan / atau semester pada suatu mata pelajaran.
B.     Kompetensi Dasar                 
Sejumlahan kemampuan yang harus dikuasai peserta didik dalam mata pelajaran  tertentu sebagai rujukan menyusun indikator.
C.     Indikator Pencapaian Kompetensi
Perilaku yang dapat diukur dan / atau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur yang mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan. 

MATERI AJAR
A.  Standar Kompetensi
Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mem­pertahankan Kemerdekaan Indonesia
B.  Kompetensi Dasar
Menghargai jasa dan peranan tokoh perjuangan dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia
C.  Indikator
1.      Kognitif :
-          Mendiskusikan perlunya perumusan dasar negara bagi Indonesia secara berkelompok
-          Menuliskan bagaimana cara menghargai para pahlawan
2.      Afektif
Menunjukkan sikap menghargai jasa para tokoh   dalam mempersiapkan kemerdekaan
3.      Psikomotor
-          Murid dapat melakukan studi pustaka secara berkelompok üntuk mencari lembaga-lembaga bentukan Jepang dalam persiapan mencapai kemerdekaan
-          Murid mengenali tokoh-tokoh yang berperan dalam usaha mempersiapkan kemerdekaan



Uraian Materi

JASA DAN PERANAN TOKOH PEJUANG DALAM MEMPERSIAPKAN KEMERDEKAAN INDONESIA
1.      Perumusan Dasar Negara
Untuk membuktikan bahwa Jepang bersungguh-sungguh memperhatikan keinginan bangsa Indonesia untuk merdeka, dibentuklah Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang dalam bahasa Jepangnya disebut Dokuritsu Junbi Cosakai. BPUPKI diketuai oleh dr. Rajiman Wedyodiningrat, dibantu oleh dua ketua muda yakni Icibangase, seorang Jepang dan R. Surono orang Indonesia. Tugas pokoknya melakukan penyelidikan terhadap usaha-usaha persiapan kemerdekaan Indonesia.
BPUPKI dalam melaksanakan tugasnya telah berhasil mengadakan 2 kali. Sidang itu yang dilakukan pada 2 tahap, yaitu sebagai berikut :
a.       Sidang Pertama (29 Mei- 1 Juni 1945)
Dasar negara merupakan pembahasan pokok dalam sidang pertama ini. Muhammad Yamin, Prof.Dr.Soepomo, dan Ir.Soekarno adalah tokoh Indonesia yang mendapat kesempatan menyampaikan pendapatnya.
Pada saat itu, seluruh anggota hanya diminta untuk mendengarkan tentang pandangan umum pembentukan dasar negara. Setelah itu, sidang memasuki masa istirahat selama 1 bulan. Sebelum masa reses itu dilaksanakan, BPUPKI membentuk panitia kecil. Panitia kecil itu diketuai oleh Ir. Soekarno, dengan anggotanya, yaitu Drs. M.Hatta, Sutardjo Kartohadikusumo, K.H Wachid Hasyim, Ki Bagus Hadikusumo, Moh.Yamin, dan A.A Maramis. Panitia kecil inimempunyai tugas menmpung saran, usul, gagasan dari seluruh anggota BPUPKI tentang dasar negara yang nantinya diserahkan kepada Sekretariat BPUPKI.
Pada sebuah pertemuan, panitia kecil membentuk sebuah panitia kecil lainnya yang berjumlah 9 orang. Panitia kecil ini disebut Panitia Sembilan dan diketuai oleh Ir.Soekarno. hasil kerja pantia kecil ini dinamakan Jakarta Charter atau Piagam Jakarta.
b.      Sidang kedua (10-17 juli 1945)
BPUPKI membentuk sebuah panitia yang dinamakan Pnitia Perancang Undang-Undang Dasar. Panitia ini diketuai oleh Ir.Soekarno dengan jumlah anggota 18 orang.
Di akhir sidang kedua ini, Ir.Soekarno menyampaikan laporan hasil kerja seluruh panitia yang ada, antara lain :
1)  Pernyataan Indonesia merdeka
2)  Pembukaan Undang-Undang Dasar
3)  Batang Tubuh Undang-undang Dasar

2.      Pembentukan PPKI
BPUPKI dinyatakan telah selesai melaksanakan tugasnya, maka pada tanggal 7 Agustus 1945 dibubarkan. Untuk menggantikan lembaga tersebut dibentuklah PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau dalam bahasa Jepang dinamakan Dokuritsu Junbi Linkai. Untuk kepentingan peresmian, lembaga PPKI ini dipanggil oleh Panglima Tentara Jepang untuk wilayah Asia Tenggara Jenderal Terauchi yang berkedudukan di Dalat, Vietnam pada tanggal 9 Agustus 1945. Jenderal Terauchi pada saat itu menunjuk Ir.Soekarno dan Drs.Moh.Hatta sebagai ketua dan wakil ketua dari PPKI.
Peristiwa yang cukup penting setelah pembentukan PPKI, yaitu penyerahan Jepang terhadap sekutu yang dilaksanakan pada tanggal 14 Agustus 1945 dan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945.
PPKI dalam sidangnya yang dilakukan pada tanggal 18 Agustus 1945, sehari setelah negara Indonesia terbentuk berhasil membuat ketetapan sebagai berikut :
a.       Menetapkan UUD 1945 sebagai UUD Negara Kesatuan Republik Indonesia;
b.      Ir.Soekarno dan Drs.Moh.Hatta sebagai presiden dan wakil presiden;
c.       Komite Nasional Indonesia sebagai pembantu presiden sebelum MPR dan DPR dibentuk

3.      Tokoh-tokoh Bangsa dalam Mempersiapkan Kemerdekaan
a.   Ir.Soekarno, ditetapkan sebagai Pahlawan proklamator dengan sapaan akrabnya Bung Karno. Beliau dilahirkan pada tanggal 6 Juni 1901 di Blitar, Jawa Timur. Di dalam keanggotaan BPUPKI, beliau menjadi ketua Panitia Sembilan. Selanjutnya menjadi ketua PPKI sebagai pengganti BPUPKI.
b.  Drs.Moh.Hatta, ditetapkan sebagai Pahlawan Proklamator. Panggilan akrabnya adalah Bung Hatta. Dilahirkan di Sumatra Barat pada tanggal 12 Agustus 1902. Pada masa pendudukan Jepang, beliau dikenal dengan julukan Dwi Tunggal bersama Bung Karno.
c.   Mr.Achmad Soebardjo, merupakan golongan tua pada saat menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Ia dilahirkan tanggal 23 Maret 1897 di Karawang Jawa Barat. Ia aktif dalam perjuangan pergerakan nasional, termasuk anggota PPKI, serta terlibat dalam perumusan rancangan Undang-Undang Dasar.
d.  Laksamada Tadashi Maeda, seorangf Perwira Angkatan Laut Jepang dengan jabatan Wakil Komandan Angkatan Laut Jepang di Jakarta. Rumahnya dijadikan sebagai tempat pertemuan para pejuang Indonesia untuk merumuskan naskah Proklamasi Kemerdekaan pada tanggal 16 Agustus 1945.
e.   Fatmawati adalah istri Bung Karno, dilahirkan di Bengkulu pada tahun 1923. Ia berjasa menjahitkan Bendera Pusaka Merah Putih.
f.   Latif Hendraningrat, seorang pejuang kemerdekaan. Pada masa pendudukan Jepang, menjadi anggota PETA. Beliau menjadi penggerek bendera merah putih tanggal 17 Agustus 1945.
g.  Chaerul Saleh, sorang aktivis pemuda dalam pergerakan nasional.
h.  Wikana, aktif dalam organisasi kepemudaan pada masa Jepang. Ia juga ikut mengusulkan agar proklamasi diadakan di Jakarta.
i.    Sukarni, dilahirkan tanggal 14 Juli 1916 di Blitar, Jawa Timur. Ia mengusulkan agar naskah proklamasi ditandatangani oleh Ir.Soekarno dan Drs.Moh.Hatta sebagai wakil bangsa Indonesia

4.      Sikap Menghargai Jasa dan Peranan Tokoh Pejuang dalam Memproklamasikan Kemerdekaan
a.       Bertanggung jawab sebagai warga negara. Sebagai warga negara, kita mempunyai hak dan kewajiban yang sama terhadap negara.
b.      Kerelaan berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.
c.       Menanamkan pengertian di dalam hati, bahwa perjuangan untuk mempertahankan dan mengisi kemerdekaan merupakan ibadah sebagaimana diajarkan oleh agama.
d.      Adanya sikap saling menghormati antar manusia
e.       Bersikap dan berbuat adil terhadap sesama manusia


Model Pembelajaran Tipe TGT (Team Game Tournament)

1. Definisi
a.       Pengertian
Model TGT adalah suatu pembelajaran yang didahului dengan penyajian materi pembelajaran oleh guru dan diakhiri dengan memberikan sejumlah pertanyaan kepada siswa. Setelah itu siswa pindah ke kelompok masing- masing untuk mendiskusikan dan menyelesaikan pertanyaan- pertanyaan atau masalah- masalah yang diberikan guru. Sebagai ganti dari tes tertulis, setiap siswa akan bertemu setiap sekali seminggu pada meja tournament dengan dua rekan dari kelompok lain untuk membandingkan kemampuan kelompoknya dengan kelompok lain (Nur Asma 2008 ).
TGT digunakan dalam berbagai macam mata pelajaran dari matematika, bahasa, ilmu pengetahuan sosial, yang telah digunakan dari kelas dua sekolah dasar sampai pergurun tinggi. STAD dan TGT paling cocok untuk mengajarkan materi pembelajaran yang dirumuskan dengan jelas, misalnya pada bidang studi matematika, penggunaan bahasa, geografi, keterampilan membaca peta, dan fakta- fakta serta konsep IPA.
Kegiatan pembelajaran TGT sama dengan tahap model STAD. Pembelajaran didahului  dengan penyajian materi pelajaran oleh guru, dan dilanjutkan dengan  memberikan sejumlah pertanyaan kepada siswa berupa lembar kerja siswa (LKS). Kemudian siswa mendiskusikan dan menyelesaikan pertanyaan- pertanyaan didalam kelompok masing- masing. Setelah siap berdiskusi, wakil dari  masing- masing kelompok melaporkan hasil kerjanya ke depan kelas. Kemudian siswa ditempatkan pada meja tournament untuk melakukan permainan.
Model  TGT  tidak menggunakan tes individual, tetapi menggantikannya dengantournament yang dilakukan terlebih dahulu dengan membentuk kelompok baru. Pembentukan ini dilakukan dengan cara mengelompokkan siswa yang berkemampuan sama dan setiap kelompok dikumpulkan ke dalam satu kelompok baru. Anggota kelompok baru kemudian menempati meja tournament dan selanjutnya memulai permainan.
TGT adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menempatkan siswa dalam kelompok- kelompk belajar yang beranggotakan 5 sampai 6 orang siswa yanga memiliki kemampuan, jenis kelamin dan suku atau ras yang berbeda. Guru menyajikan materi dan siswa bekerja dalam kelompok mereka masing- masing. Dalam kerja kelompok guru memberikan LKS kepada setiap kelompok. Tugas yang diberikan dikerjakan bersama- sama  dengan anggota kelompoknya. Apabila ada  dari anggota kelompok yang tidak mengerti dengan tugas yang diberikan, maka anggota kelompok lain bertanggung jawab memberikan jawaban, atau mengerjakannya, sebelum mengajukan pertanyaan tersebut kepada guru.
Akhirnya untuk memastikan bahwa seluruh anggota kelompok telah menguasai pelajaran, maka seluruh siswa akan diberikan permainan akademik. Dalam permainan akademik siswa- siswa akan dibagi dalam meja- meja tournament, dimana setiap mejatournament terdiri dari setiap 5 sampai 6 orang yang merupakan wakil dari kelompoknya masing- masing. Dalam setiap meja tournament atau meja permainan diusahakan agar tidak ada peserta yang berasal dari kelompok yang sama. Siswa yang dikelompokkan dalam satu meja tournament secara homogen dari segi kemampuan  akademik, artinya dalam satu meja tournament kemampuan setiap peserta diusahakan agar setara. Hal ini dapat ditentukan dengan melihat nilai yang mereka peroleh pada saat tes  dilaksanakan. Skor yang diperoleh dengan menjumlahkan skor- skor yang diperoleh anggota suatu kelompok, kemudian dibagi banyaknya anggota kelompok tersebut. Skor kelompok ini digunakan untuk memberikan penghargaan tim berupa hadiah atau sertifikat dengan mencantumkan predikat tertentu (http:// Suhadinet.WordPress,Com/2008/06/14/model pembelajaran-kooperatif tife TGT/).

2. Langkahlangkah TGT
Menurut Robert. E Slavin, (2009:166), ada empat komponen-komponen TGT sebagai berikut :
a.                Penyajian kelas
Pada awal pembelajaran guru menyampaikan materi dalam penyajian kelas, biasanya dilakukan dengan pengajaran langsung atau dengan ceramah, diskusi yang dipimpin guru. Pada saat penyajian kelas ini siswa harus benar- benar memperhatikan dan memahami materi yang disampaikan guru, karena akan membantu siswa bekerja lebih baik pada saat kerja kelompok dan pada saat games karena skor games akan menentukan skor kelompok.


b.                Kelompok (teams)
Kelompok biasanya terdiri dari 4 sampai 5 orang siswa yang anggotanya heterogen dilihat dari prestasi akademik, jenis kelamin, dan rasa tau etnis. Fungsi kelompok adalah untuk lebih mendalam materi bersama teman kelompoknya dan lebih khusus untuk mempersiapkan anggota kelompok agar bekerja dengan baik dan optimal pada saat game. Setelah selesai penyajian materi team tersebut berkumpul untuk mempelajari LKS, untuk menyelesaikan tugas kelompok siswa mengerjakan sacara berpasangan, kemudian saling mencoccokkan jawabannya atau memeriksa ketepatan jawabannya dengan jawaban teman sekelompok. Bila ada siswa yang mengemukakan pertanyaan, teman sekelompoknya bertangguang jawab untuk menjawab pertanyaan sebelum mengajukan pertyanyaan kepada guru
c.                Games/ permainan

Games terdiri dari perytanyaan- pertanyaan yang dirancang untuk menguji pengetahuan yang didapat siswa dari penyajian kelas dan belajar kelompok. Permainan dimainkan dimeja- meja tournament yang terdiri dari 5 atau 6 orang siswa yang memiliki kemampuan akademik sama atau mendekati sama. Permainan yang berupa pertanyaan- pertanyaan pada kartu bernomor.
Secara bergiliran siswa mengambil sebuah kartu nomor dan membaca soal itu dengan kuat supaya siswa yang ada dalam meja tersebut dapat mendengar. Siswa yang membaca soal mendapatkan kesempatan pertama untuk menjawab pertanyaan tersebut dan siswa lain yang berada pada meja yang sama menganggap jawaban yang diberikan tadi salah, siswa yang lain boleh memberikan jawaban yang berbeda, kemudian jawaban siswa dicocokkan dengan kunci jawaban yang telah tersedia dimejatournament.  Jawaban yang benar akan mendapatkan skor, setelah siswa menyelesaikan tournament dilakukan perhitungan skor yang diperoleh siswa. Masing-masing anggota membawa perolehannya kembali kekelompok semula, dan bersama-sama anggoata lain menyumbangkan point untuk kelompoknya. Bagi kelompok yang mendapatkan skor/ poin tertinggi akan mendapatkan penghargaan dari guru.



d.      Tournament

Tournament merupakan struktur bagaimana dilaksanakannya permainan tersebut.Tournament dilaksanakan setelah guru menyelesaikan presentasi kelas/ penyajian kelas dan kelompok sudah mengerjakan LDK.
Diinformasikan kepada siswa, pembentukan kelompok meja tournament dilakukan dengan membentuk kelompok baru dan dilaksanakan tidak ada yang berasal dari kelompok yang sama. Siswa ditugasi mengeser meja-meja untuk dijadikan mejatournament. Salah seorang siswa membagikan lembar permainan, lembar kunci jawaban dan satu tumpukan kartu bernomor serta lembar skor permainan kepada tiap meja.
Untuk memulai permainan masing- masing siswa dilot terlebih dahulu untuk menentukan pemain pertama yang akan mengambil sebuah kartu bernomor yang berisi pertanyaan. Untuk  permainan  selanjutnya, permainan berlangsung menurut arah jarum jam dari pembaca pertama.
Pada saat permainan
Pemain akan mengocok kartu dan mengambil sebuah kartu bernomor yang berisi pertanyaan. Kemudian membacakan dengan keras pertanyaan yang ada pada kartu tersebut. Misalnya, siswa yang mengambil kartu yang bernomor 6, akan menjawab pertanyaan nomor 6. Pembaca yang tidak yakin akan jawabannya diperbolehkannya menerka tanpa mendapat hukuman.
Setelah pembaca tersebut memberikan sebuh jawaban, siswa sebelah kirinya memiliki kesempatan untuk menantang dan memberikan jawaban yang berbeda, bila menyatakan pas  atau tidak menggunakan kesempatan tersebut, atau jika penantang kedua mempunyai jawaban yang berbeda dari dua jawaban pertama, penantang kedua dapat menantang.
Sementara  itu penantang kedua harus hati- hati, karena mereka akan kehilangan sebuah kartu (yang telah berhasil dikumpulkan) apabila jawaban mereka salah. Apabila setiap orang menjawab, menantang, atau pas, penantang kedua (pemain yang berada sebelah kanan pembaca) mencocokkan dengan lembar jawaban atau membacakan jawaban yang benar dengan keras. Pemain yang memberikan jawaban yang benar menyimpan kartu tersebut. Apabila ada jawaban yang salah, ia harus mengambilkan kartu yang ia menangkan sebelumnya (bila ada) ketumpukan kartu.
Apabila tidak ada satu pun jawaban yang benar, kartu tersebut dikembalikan ketumpukan permainan berlanjut sampai waktu yang ditetapkan guru, sampai jam pelajaran habis atau tumpukan kartu habis.
Jika permainan berakhir, para pemain mencatat banyak kartu yang mereka menangkan pada lembar skor permainan. Apabila masih ada waktu, siswa mengocok kembali tumpukan kartu tersebut dan memainkan permainan kedua, dan mencatat banyaknya kartu yang dimenangkan pada kolom permainan.
Menurut Robert E. Slavin ( 2009 : 175 ), Lembar skor permainan Tour  Tabel 4.2
Pemain
Tim
Pemain 1
Pemain 2
Pemain 3
Total
Pointournament
Andre 
Husni
Santi
Elang 
Merpati
Merak
14
11
10
12
-
-
12 
24
23
20 
60
40

Dalam tabel di atas, dapat di lihat dalam satu meja tournament dua kali permainan. Pemberian poin pada tabel di atas berdasarkan pada penghitungan poin tournamentuntuk  siswa yang mencapai skor tertinggi mendapat 60, poin 40 untuk siswa yang lebih rendah, dan poin 20 untuk  siswa yang terendah seperti pada tabel diatas.

e.       Aturan  Penilaian dalam Tournament

Memberikan bonus poin yaitu setiap skor tertinggi yang diperoleh anggota pada setiap meja tournament diberi bonus 20 poin, setiap skor tertinggi yang kedua pada setiap mejatournament menerima bonus 17 poin, setiap skor yang tertinggi yang ketiga setiap mejatournament menerima bonus 14 poin, dan skor yang terendah pada setiap mejatournament menerima 10 bonus poin. Masing-masing anggota kelompok membawa perolehannya kembali kelompok semula, dan bersama-sama anggota yang lain menyumbangkan poin untu kelompoknya. Penghargaan kelompok yang diberikan berdasarkan perolehan poin kelompok penghargaan yang Diberikan bisa berupa benda, atau sertifkat.

3.   Kelemahan dan Kelebihan Model Pembelajaran TGT

Riset tentang pengaruh pembelajaran kooperatif dalam pembelajaran telah banyak dilakukan oleh pakar pembelajaran maupun oleh para guru di sekolah. Dari tinjuan psikologis, terdapat dasar teoritis yang kuat untuk memprediksi bahwa metode-metode pembelajaran kooperatif yang menggunakan tujuan kelompok dan tanggung jawab individual akan meningkatkan pencapaian prestasi siswa. Dua teori utama yang mendukung pembelajaran kooperatif adalah teori motivasi dan teori kognitif.
Dari pespektif motivasional, struktur tujuan kooperatif menciptakan sebuah situasi di mana satu-satunya cara anggota kelompok bisa meraih tujuan pribadi mereka adalah jika kelompok mereka sukses. Oleh karena itu, mereka harus membantu teman satu timnya untuk melakukan apa pun agar kelompok berhasil dan mendorong anggota satu timnya untuk melakukan usaha maksimal.
Sedangkan dari perspektif teori kognitif, Slavin (2008) mengemukakan bahwa pembelajaran kooperatif menekankan pada pengaruh dari kerja sama terhadap pencapaian tujuan pembelajaran. Asumsi dasar dari teori pembangunan kognitif adalah bahwa interaksi di antara para siswa berkaitan dengan tugas-tugas yang sesuai mengingkatkan penguasaan mereka terhadap konsep kritik. Pengelompokan siswa yang heterogen mendorong interaksi yang kritis dan saling mendukung bagi pertumbuhan dan perkembangan pengetahuan atau kognitif. Penelitian psikologi kognitif menemukan bahwa jika informasi ingin dipertahankan di dalam memori dan berhubungan dengan informasi yang sudah ada di dalam memori, orang yang belajar harus terlibat dalam semacam pengaturan kembali kognitif, atau elaborasi dari materi. Salah satu cara elaborasi yang paling efektif adalah menjelaskan materinya kepada orang lain.
Namun demikian, tidak ada satupun model pembelajaran yang cocok untuk semua materi, situasi dan anak. Setiap model pembelajaran memiliki karakteristik yang menjadi penekanan dalam proses implementasinya dan sangat mendukung ketercapaian tujuan pembelajaran. Secara psikologis, lingkungan belajar yang diciptakan guru dapat direspon beragama oleh siswa sesuai dengan modalitas mereka. Dalam hal ini, pembelajaran kooperatif dengan teknik TGT, memiliki keunggulan dan kelemahan dalam implementasinya terutama dalam hal pencapaian hasil belajar dan efek psikologis bagi siswa.
Slavin (2008), melaporkan beberapa laporan hasil riset tentang pengaruh pembelajaran kooperatif terhadap pencapaian belajar siswa yang secara inplisit mengemukakan keunggulan dan kelemahan pembelajaran TGT, sebagai berikut:
·         Para siswa di dalam kelas-kelas yang menggunakan TGT memperoleh teman yang secara signifikan lebih banyak dari kelompok rasial mereka dari pada siswa yang ada dalam kelas tradisional.
·         Meningkatkan perasaan/persepsi siswa bahwa hasil yang mereka peroleh tergantung dari kinerja dan bukannya pada keberuntungan.
·         TGT meningkatkan harga diri sosial pada siswa tetapi tidak untuk rasa harga diri akademik mereka.
·         TGT meningkatkan kekooperatifan terhadap yang lain (kerja sama verbal dan nonberbal, kompetisi yang lebih sedikit)
·         Keterlibatan siswa lebih tinggi dalam belajar bersama, tetapi menggunakan waktu yang lebih banyak.
·         TGT meningkatkan kehadiran siswa di sekolah pada remaja-remaja dengan gangguan emosional, lebih sedikit yang menerima skors atau perlakuan lain.
Sebuah catatan yang harus diperhatikan oleh guru dalam pembelajaran TGT adalah bahwa nilai kelompok tidaklah mencerminkan nilai individual siswa. Dengan demikian, guru harus merancang alat penilaian khusus untuk mengevaluasi tingkat pencapaian belajar siswa secara individual.
Kelebihan dan Kelemahan Pembelajaran TGT  Metode pembelajaran kooperatif Team Games Tournament (TGT) ini mempunyai kelebihan dan kekurangan. Menurut Suarjana (2000:10) dalam Istiqomah (2006), yang merupakan kelebihan dari pembelajaran TGT antara lain:
1) Lebih meningkatkan pencurahan waktu untuk tugas
2) Mengedepankan penerimaan terhadap perbedaan individu
3) Dengan waktu yang sedikit dapat menguasai materi secara mendalam
4) Proses belajar mengajar berlangsung dengan keaktifan dari siswa
5) Mendidik siswa untuk berlatih bersosialisasi dengan orang lain
6) Motivasi belajar lebih tinggi
7) Hasil belajar lebih baik
8) Meningkatkan kebaikan budi, kepekaan dan toleransi
Sedangkan kelemahan TGT adalah:
1.      Bagi Guru
Sulitnya pengelompokan siswa yang mempunyai kemampuan heterogen dari segi akademis. Kelemahan ini akan dapat diatasi jika guru yang bertindak sebagai pemegang kendali teliti dalam menentukan pembagian kelompok waktu yang dihabiskan untuk diskusi oleh siswa cukup banyak sehingga melewati waktu yang sudah ditetapkan. Kesulitan ini dapat diatasi jika guru mampu menguasai kelas secara menyeluruh.
1.      Bagi Siswa
Masih adanya siswa berkemampuan tinggi kurang terbiasa dan sulit memberikan penjelasan kepada siswa lainnya. Untuk mengatasi kelemahan ini, tugas guru adalah membimbing dengan baik siswa yang mempunyai kemampuan akademik tinggi agar dapat dan mampu menularkan pengetahuannya kepada siswa yang lain.
4.      Alasan Memilih Model Pembelajaran TGT
Dari pembahasan materi model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) tersebut, maka dapat disimpulkan
1.      Dengan model pembelajaran TGT ( Teams Games Tournaments ) dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Karena siswa dapat belajar lebih rileks, serta dapat menumbuhkan tanggung jawab, kejujuran, kerja sama, persaingan sehat dan keterlibatan belajar.
2.      Dengan model pembelajaran TGT ( Teams Games Tournaments ) dapat menambah wawasan tentang berbagai model pembelajaran serta dapat meningkatkan kompetensi guru.
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
Mata Pelajaran            :   Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Kelas I Semester          :   V/II
Alokasi Waktu             :   2 x 35 menit
                                         
A.  Standar Kompetensi
Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mem­pertahankan Kemerdekaan Indonesia
B.  Kompetensi Dasar
Menghargai jasa dan peranan tokoh perjuangan dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia
C. Indikator
1.      Kognitif :
-          Mendiskusikan perlunya perumusan dasar negara bagi Indonesia secara berkelompok
-          Menuliskan bagaimana cara menghargai para pahlawan
2.      Afektif
Menunjukkan sikap menghargai jasa para tokoh   dalam mempersiapkan kemerdekaan
3.      Psikomotor
-          Murid dapat melakukan studi pustaka secara berkelompok üntuk mencari lembaga-lembaga bentukan Jepang dalam persiapan mencapai kemerdekaan
-          Murid mengenali tokoh-tokoh yang berperan dalam usaha mempersiapkan kemerdekaa
D. Tujuan Pembelajaran
1.      Kognitif :
-          Murid dapat mendiskusikan perlunya perumusan dasar negara bagi Indonesia secara berkelompok
-          Murid dapat menuliskan bagaimana cara menghargai para pahlawan
2.      Afektif
Murid dapat menunjukkan sikap menghargai jasa para tokoh   dalam mempersiapkan kemerdekaan

3.      Psikomotor
-          Murid dapat melakukan studi pustaka secara berkelompok üntuk mencari lembaga-lembaga bentukan Jepang dalam persiapan mencapai kemerdekaan
-          Murid mengenali tokoh-tokoh yang berperan dalam usaha mempersiapkan kemerdekaan
E.  Materi Pokok
§  Persiapan kemerdekaan Indonesia dan perumusan dasar negara
F.  Alokasi Waktu
2 x 35 menit
G. Model dan Metode Pembelajaran
a.       Model
-      TGT (Team Game Tournament)
b.         Metode
-      Diskusi
-      Ceramah
-      Pemberian tugas dan Presentasi
H.  Langkah-Langkah Pembelajaran
No
Tahapan Kegiatan
Pengorganisasian
Keterlaksanaan
Waktu
Siswa
5
4
3
2
1
A
Kegiatan Awal
10’







-      Melakukan tanya jawab yang berkaitan dengan materi
-      Bertanya jawab. dengan siswa mengenai tokoh-tokoh yang terlibat dalam perang kemerdekaan
5’


5’
Klasikal


Klasikal





B
Kegiatan Inti
50’







-      Memberi tugas melakukan studi pustaka secara berkelompok üntuk mencari lembaga-lembaga bentukan Jepang dalam persiapan mencapai kemerdekaan
-      Menugaskan siswa mendiskusikan perlunya perumusan dasar negara bagi Indonesia secara berkelompok
-      Menugaskan siswa mengenali tokoh-tokoh yang berperan dalam usaha mempersiapkan kemerdekaan

20’



20’


10’

Klasikal



Klasikal


Klasikal





C
Kegiatan Akhir
10’







-      Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa
-      Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan
5’


5’
Klasikal


Klasikal






Ket : Keterlaksanaan
        5 = Sangat Baik
        4 = Baik
        3 = Cukup Baik
        2 = Kurang Baik
        1 = Tidak Baik
I.    Penilaian
a.       Prosedur : Proses dan produk. Penilaian terhadap murid dilakukan selama proses pembelajaran berlangsungbdan pada akhir pembelajaran. Penilaian dalam proses dilakukan melalui opservasi, terutama ketika bekerja dalam kelompok, sedangkan penilain produk (Akhir Pembelajaran) dilakukan melalui unjuk kerja
b.      Teknik   `                                   : Tertulis
c.       Bentuk                                      : Uraian
d.      Instrumen/ Soal                                    :Terlampir



Kognitif
1.      Jelaskan beberapa usaha dalam rangka mempersiapkan kemerdekaan
2.      Jelaskan perlunya perumusan dasar negara sebelum kemerdekaan
3.      Tuliskan 2 tokoh tokoh yang berperan dalam mempersiapkan kemerdekaan
4.      Tuliskan cara menghargai jasa para tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan
Jawaban
Afektif
Penilaian Afektif
No
Nama Siswa
Aspek Penilaian
Rasa Ingin Tahu
Kerjasama
Membantu Teman yang Kesulitan
        i.       
………………





Nilai :
4 = Sangat Baik
3 = Baik
2 = Cukup
1 = Kurang

Psikomotor
Penilaian Afektif
No
Nama Siswa
Aspek Penilaian
Rasa Ingin Tahu
Kerjasama
Membantu Teman yang Kesulitan
1.       
………………





Nilai :
4 = Sangat Baik
3 = Baik
2 = Cukup
1 = Kurang

J.      Media dan Sumber Belajar
§  Media            :   Gambar Pahlawan
§  Sumber          :   Buku IPS kelas
                                      Buku penunjang yang relevan



............, ......................20 ...
        Mengetahui                                                                               
       Dosen                                                                       Guru Kelas V


          Alien Bahri, S.Pd, M.Pd                                     Zainul Ansar
NIP :                                                                     NIP :



MATERI BAHAN AJAR IPS KLS V

STANDAR KOMPETENSI :
Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan  Indonesia

KOMPETENSI DASAR                  :  
Menghargai jasa dan peranan tokoh perjuangan dalam mem-persiapkan kemerdekaan Indonesia

Tujuan Pembelajaran
              i.      Kognitif :
-          Murid dapat mendiskusikan perlunya perumusan dasar negara bagi Indonesia secara berkelompok
-          Murid dapat menuliskan bagaimana cara menghargai para pahlawan
            ii.      Afektif
Murid dapat menunjukkan sikap menghargai jasa para tokoh   dalam mempersiapkan kemerdekaan
          iii.      Psikomotor
-          Murid dapat melakukan studi pustaka secara berkelompok üntuk mencari lembaga-lembaga bentukan Jepang dalam persiapan mencapai kemerdekaan
-          Murid mengenali tokoh-tokoh yang berperan dalam usaha mempersiapkan kemerdekaan








JASA DAN PERANAN TOKOH PEJUANG DALAM MEMPERSIAPKAN KEMERDEKAAN INDONESIA
1.         Perumusan Dasar Negara
Untuk membuktikan bahwa Jepang bersungguh-sungguh memperhatikan keinginan bangsa Indonesia untuk merdeka, dibentuklah Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang dalam bahasa Jepangnya disebut Dokuritsu Junbi Cosakai. BPUPKI diketuai oleh dr. Rajiman Wedyodiningrat, dibantu oleh dua ketua muda yakni Icibangase, seorang Jepang dan R. Surono orang Indonesia. Tugas pokoknya melakukan penyelidikan terhadap usaha-usaha persiapan kemerdekaan Indonesia.
BPUPKI dalam melaksanakan tugasnya telah berhasil mengadakan 2 kali. Sidang itu yang dilakukan pada 2 tahap, yaitu sebagai berikut :
a.       Sidang Pertama (29 Mei- 1 Juni 1945)
Dasar negara merupakan pembahasan pokok dalam sidang pertama ini. Muhammad Yamin, Prof.Dr.Soepomo, dan Ir.Soekarno adalah tokoh Indonesia yang mendapat kesempatan menyampaikan pendapatnya.
Pada saat itu, seluruh anggota hanya diminta untuk mendengarkan tentang pandangan umum pembentukan dasar negara. Setelah itu, sidang memasuki masa istirahat selama 1 bulan. Sebelum masa reses itu dilaksanakan, BPUPKI membentuk panitia kecil. Panitia kecil itu diketuai oleh Ir. Soekarno, dengan anggotanya, yaitu Drs. M.Hatta, Sutardjo Kartohadikusumo, K.H Wachid Hasyim, Ki Bagus Hadikusumo, Moh.Yamin, dan A.A Maramis. Panitia kecil inimempunyai tugas menmpung saran, usul, gagasan dari seluruh anggota BPUPKI tentang dasar negara yang nantinya diserahkan kepada Sekretariat BPUPKI.
Pada sebuah pertemuan, panitia kecil membentuk sebuah panitia kecil lainnya yang berjumlah 9 orang. Panitia kecil ini disebut Panitia Sembilan dan diketuai oleh Ir.Soekarno. hasil kerja pantia kecil ini dinamakan Jakarta Charter atau Piagam Jakarta.
b.      Sidang kedua (10-17 juli 1945)
BPUPKI membentuk sebuah panitia yang dinamakan Pnitia Perancang Undang-Undang Dasar. Panitia ini diketuai oleh Ir.Soekarno dengan jumlah anggota 18 orang.

Di akhir sidang kedua ini, Ir.Soekarno menyampaikan laporan hasil kerja seluruh panitia yang ada, antara lain :
1.     Pernyataan Indonesia merdeka
2.     Pembukaan Undang-Undang Dasar
3.     Batang Tubuh Undang-undang Dasar

2.   Pembentukan PPKI
BPUPKI dinyatakan telah selesai melaksanakan tugasnya, maka pada tanggal 7 Agustus 1945 dibubarkan. Untuk menggantikan lembaga tersebut dibentuklah PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau dalam bahasa Jepang dinamakan Dokuritsu Junbi Linkai. Untuk kepentingan peresmian, lembaga PPKI ini dipanggil oleh Panglima Tentara Jepang untuk wilayah Asia Tenggara Jenderal Terauchi yang berkedudukan di Dalat, Vietnam pada tanggal 9 Agustus 1945. Jenderal Terauchi pada saat itu menunjuk Ir.Soekarno dan Drs.Moh.Hatta sebagai ketua dan wakil ketua dari PPKI.
Peristiwa yang cukup penting setelah pembentukan PPKI, yaitu penyerahan Jepang terhadap sekutu yang dilaksanakan pada tanggal 14 Agustus 1945 dan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945.
PPKI dalam sidangnya yang dilakukan pada tanggal 18 Agustus 1945, sehari setelah negara Indonesia terbentuk berhasil membuat ketetapan sebagai berikut :
a.   Menetapkan UUD 1945 sebagai UUD Negara Kesatuan Republik Indonesia;
b.  Ir.Soekarno dan Drs.Moh.Hatta sebagai presiden dan wakil presiden;
c.   Komite Nasional Indonesia sebagai pembantu presiden sebelum MPR dan DPR dibentuk

3.      Tokoh-tokoh Bangsa dalam Mempersiapkan Kemerdekaan
a.   Ir.Soekarno, ditetapkan sebagai Pahlawan proklamator dengan sapaan akrabnya Bung Karno. Beliau dilahirkan pada tanggal 6 Juni 1901 di Blitar, Jawa Timur. Di dalam keanggotaan BPUPKI, beliau menjadi ketua Panitia Sembilan. Selanjutnya menjadi ketua PPKI sebagai pengganti BPUPKI.
b.  Drs.Moh.Hatta, ditetapkan sebagai Pahlawan Proklamator. Panggilan akrabnya adalah Bung Hatta. Dilahirkan di Sumatra Barat pada tanggal 12 Agustus 1902. Pada masa pendudukan Jepang, beliau dikenal dengan julukan Dwi Tunggal bersama Bung Karno.
c.   Mr.Achmad Soebardjo, merupakan golongan tua pada saat menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Ia dilahirkan tanggal 23 Maret 1897 di Karawang Jawa Barat. Ia aktif dalam perjuangan pergerakan nasional, termasuk anggota PPKI, serta terlibat dalam perumusan rancangan Undang-Undang Dasar.
d.  Laksamada Tadashi Maeda, seorangf Perwira Angkatan Laut Jepang dengan jabatan Wakil Komandan Angkatan Laut Jepang di Jakarta. Rumahnya dijadikan sebagai tempat pertemuan para pejuang Indonesia untuk merumuskan naskah Proklamasi Kemerdekaan pada tanggal 16 Agustus 1945.
e.   Fatmawati adalah istri Bung Karno, dilahirkan di Bengkulu pada tahun 1923. Ia berjasa menjahitkan Bendera Pusaka Merah Putih.
f.   Latif Hendraningrat, seorang pejuang kemerdekaan. Pada masa pendudukan Jepang, menjadi anggota PETA. Beliau menjadi penggerek bendera merah putih tanggal 17 Agustus 1945.
g.  Chaerul Saleh, sorang aktivis pemuda dalam pergerakan nasional.
h.  Wikana, aktif dalam organisasi kepemudaan pada masa Jepang. Ia juga ikut mengusulkan agar proklamasi diadakan di Jakarta.
i.    Sukarni, dilahirkan tanggal 14 Juli 1916 di Blitar, Jawa Timur. Ia mengusulkan agar naskah proklamasi ditandatangani oleh Ir.Soekarno dan Drs.Moh.Hatta sebagai wakil bangsa Indonesia

4.      Sikap Menghargai Jasa dan Peranan Tokoh Pejuang dalam Memproklamasikan Kemerdekaan
a.       Bertanggung jawab sebagai warga negara. Sebagai warga negara, kita mempunyai hak dan kewajiban yang sama terhadap negara.
b.      Kerelaan berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.
c.       Menanamkan pengertian di dalam hati, bahwa perjuangan untuk mempertahankan dan mengisi kemerdekaan merupakan ibadah sebagaimana diajarkan oleh agama.
d.      Adanya sikap saling menghormati antar manusia
e.       Bersikap dan berbuat adil terhadap sesama manusia


LEMBAR KERJA SISWA
(L K S)
STANDAR KOMPETENSI :
Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan  Indonesia
KOMPETENSI DASAR                  :  
Menghargai jasa dan peranan tokoh perjuangan dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia
INDIKATOR :
-      Menjelaskan beberapa usaha dalam rangka mempersiapkan kemerdekaan
-      Menjelaskan perlunya perumusan dasar negara sebelum kemerdekaan
-      Mengidentifikasi beberapa tokoh dalam mempersiapkan   kemerdekaan
-      Menunjukkan sikap menghargai jasa para tokoh   dalam mempersiapkan kemerdekaan
Petunjuk:
1.      Jawablah dengan benar soal-soal di bawah ini
2.      Tulislah jawabanmu pada lembar jawab yang tersedia
3.      Periksalah kembali jawabanmu sebelum dikumpulkan
Isilah titik-titik berikut ini!
1.       Ir.Soekarno dan Drs.Moh.Hatta diculik para pemuda pejuang ke daerah Karawang tepatnya di ........
2.      Orang Jepang yang rumahnya dipakai untuk merumuskan teks proklamasi kemerdekaan bernama ...
3.      Gelar proklamator diberikan kepada......
4.      Achmad Subarjo pada saat perumusan teks proklamasi kemerdekaan termasuk ke dalam golongan ....
5.      Bendera Pusaka Merah Putih dijahit oleh ......
6.      Tujuan negara Indonesia tercantum pada .....
7.      Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dibacakan di sebuah rumah di Jalan.....
8.      Ir.Soekarno dan Drs.Moh.Hatta menendatangani teks Proklamasi Kemerdekaan atas nama......
9.      Organisasi yang dipimpin oleh Drs.Moh.Hatta adalah .....
10.  Tokoh bangsa Indonesia memberikan teladan yang baik bahwa segala masalah dapat diselesaikan dengan cara........




Kunci Jawaban

1.      Rengasdengklok
2.      Laksamada Muda Tadashi Maeda
3.      Ir.Soekarno dan Drs.Moh.Hatta
4.      Tua
5.      Fatmawati
6.      Pancasila dan UUD 1945
7.      Jalan Pegangsaan Timur nomor 56 Jakarta
8.      Bangsa Indonesia
9.      Organisasi Perhimpunan Indonesia
10.  Musyawarah



















Rublik Penilaian
1.   Penilaian Kelompok
Nama Kelompok
Kekompakan
Keaktifan
Pemahaman
Keberanian
1
2
3
4
5
I
II
III
IV





KET:
Kekompakan           : 25
Keaktifan                : 25
Pemahaman             : 25
Keberanian              : 25
Jumlah                     : 100

2.   Penilaian Individu
Skor Perolehan       x 100
Jumlah Skor

Jumlah Yang Benar     x 100
Jumlah Bobot soal

Ket :
0-34                         : sangat rendah
35-54                       : rendah
55-64                       : sedang
65-84                       : tinggi
85-100                     : sangat tinggi

Tugas Individu
Mata Kuliah : Model – Model Pembelajaran


 














NAMA                  : ZAINUL ANSAR
KELAS                    : C
NO. URUT           : 16
NIM                       :




JURUSAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR S1 KONVERSI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
2012

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar